LEBIH DEKAT DENGAN HIDUPKAN TANAH

Mengapa Hidupkan Tanah?
Degradasi lahan karena praktek-praktek pertanian yang tidak selaras alam (pembakaran sisa tanaman, mekanisasi besar, ketergantungan pada pupuk dan input kimiawi lain, penekanan berlebihan pada produktivitas dengan mempertaruhkan kemampuan alamiah tanah untuk meregenerasi dirinya) telah menimbulkan kematian sistemik tanah yang akibatnya adalah tanah menjadi tidak produktif. Tanah menjadi sekadar wadah tanpa denyut kehidupan yang hanya akan memproduksi hasil pertanian apabila diberi input kimiawi. Di daerah-daerah berlahan kering dan beriklim kering seperti propinsi NTT dan NTB, hal ini diperparah oleh ketidakpastian iklim dan ketidakpastian curah hujan yang diperburuk dampak El-Nino (Mulayani et al, 2014). Apalagi kandungan organik tanah di daerah berlahan kering beriklim kering (khususnya NTT dan NTB) tergolong rendah dan sangat rendah dalam skala sangat rendah sampai sangat tinggi (Soil Baseline Survey, FAO, 2014). Akibatnya, ketahanan pangan dan perikehidupan petani untuk jangka pendek maupun jangka panjang menjadi ancaman serius.

Upaya-upaya mitigasi perlu dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan petani baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Langkah vitalnya adalah dengan konservasi tanah (dan air) untuk menghidupkan kembali tanah, membiarkan cacing-cacing, lumut, dan bahan-bahan organik membentuk lingkungan agro-ekologi yang kondusif sebagai dasar bagi perbaikan struktur tanah yang hidup. Apabila tanah menjadi hidup dan subur, hasil pertanian pasti meningkat. Dan jika hasil pertanian meningkat, petani punya cukup makananan untuk dikonsumsi dan kelebihannnya dapat dijual. Langkah selanjutkanya adalah peningkatan kapasitas petani dalam bidang pengelolalan paska panen, kewirausahaan dan akses ke pasar yang adil. Apabila upaya-upaya ini didukung oleh infrastruktur dan lingkungan kebijakan yang memadai serta tata kelola yang baik, (kelebihan) hasil panen/pertanian mereka dapat dijual untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar lainnya seperti kesehatan dan kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan anak-anak mereka. Jika tanah hidup maka hidup dapat menjadi lebih baik.  

Pendiri Hidupkan Tanah
Lahir di Tuakepa, Flores Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur dalam keluarga petani sederhana, Agustinus Mau Tukan menghabiskan masa-masa pembentukkan/formasinya di seminari. Setelah tamat Seminari San Dominggo, Hokeng, Larantuka (setara pendidikan sekolah menengah atas), formasi dilanjutkan di Seminari Damian, Bandung. Setelah meraih sarjana filsafat tahun 2004, Agustinus mulai terjun dalam bidang pemberdayaan masyarakat bersama dengan lembaga Habitat for Humanity Indonesia di Batam sampai mendapat beasiswa S2 Sustainable International Development di Boston, Amerika Serikat. Setelah tamat pada tahun 2013, Agustinus berkarya di lembaga Save the Children International dan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). Hidupkan Tanah yang berikhtiar untuk bersama petani (dan komunitas marjinal lainnya) mengolah tanah selaras alam, meningkatkan produksi, mengembangkan kewirausahaan dan mengakses pasar yang adil lahir dari permenungan dan perjalanan panjangnya di bidang pemberdayaan masyarakat ini

Visi dan Misi Hidupkan Tanah
Visi:
Kelompok tani dan komunitas marjinal menjadi mampu dan berdikari, memiliki ketahanan yang tinggi serta penghidupan yang layak dan berkesinambungan.

Misi:
1)  Mengembangkan kapasitas penerima manfaat dan pemangku kepentingan terkait; 2) Mengolah tanah selaras alam; 3) Meningkatkan hasil produksi pertanian dan hasil produksi komunitas marjinal lainnya; 4) Mengembangkan kewirausahaan dan menghasilkan produk akhir (end products) yang berkualitas; 5) Mengadvokasi lingkungan kebijakan yang mendukung; 6) Mengakses pasar yang adil; dan, 7) Berbagi pengetahuan dan praktek baik.

Misi 1: Mengembangkan kapasitas penerima manfaat dan pemangku kepentingan terkait
Strategi-strategi untuk mencapai Misi 1 antara lain sekolah lapang, pelatihan, lokarkarya dan kujungan silang.  Topik-topik yang tercakup dalam peningkatan kapasitas ini antra lain konservasi tanah dan air, penanggulangan hama-penyakit, pengelolaan paska panen, pengolahan produk akhir pertanian yang berkualitas, kewirausahaan, rantai pasokan, akses ke pasar, pengelolaan keuangan dan topik-topik lain terkait.

Misi 2: Mengolah tanah selaras alam
Strategi-strategi untuk mencapai Misi 2 antara lain riset adaptif, adaptasi praktek agro-ekologi dan sosial-ekonomi yang telah ada dalam masyarakat, sekolah lapang, demplot, adopsi teknologi dan pendampingan. Topik-topik yang tercakup dalam pengolahan tanah selaras alam antara lain eksplorasi praktek-praktek baik agro-ekologi dan sosial-ekonomi masyarakat sebagai dasar adaptasi teknologi, pembelajaran bersama melalui demplot untuk konservasi tanah dan air, produksi pupuk dan pestisida organik, penerapan dan pendampingan dalam adopsi teknologi di lahan petani sendiri dan topik-topik lain terkait.

Misi 3: Meningkatkan hasil produksi pertanian dan hasil produksi komunitas marjinal lainnya
Strategi-strategi untuk mencapai Misi 3 antra lain action research, perluasan dan intensifikasi lahan pertanian, pemanfaatan lahan tidur dengan penanaman tanaman produktif berusia panjang, akses dari desa ke pusat-pusat produksi hasil pertanian, fasilitas pendukung untuk meningkatkan produksi, teknologi dan alat alat untuk mendukung produksi hasil akhir pertanian dan terkait lainnya yang berkualitas dan layak jual. Produk akhir (end products) ini antara lain: minyak kelapa murni, madu, kopi, cokelat, kacang mete, kacang kenari, tepung sorgum, jagung dan kain tenun lokal.

Misi 4: Mengembangkan kewirausahaan dan menghasilkan produk akhir (end products) yang berkualitas.
Strategi-strategi untuk mencapai Misi 4 antara lain action research, pendampingan kelompok-kelompok wirausaha yang melibatkan kelompok tani, kelompok wanita, kelompok orang muda dalam pengolahan produk akhir pertanian berskala kecil dan menengah, pelibatan tenaga kerja lokal dalam wirasusaha, fasilitasi insentif bisnis melalui pinjaman dan pelatihan, dana awal (seed funding), link dengan binis terkait, pasar.

Misi 5: Mengadvokasikan lingkungan kebijakan yang mendukung
Strategi-strategi untuk mencapai Misi 5 antara lain riset kebijakan, pendampingan dan fasilitasi Perdes, BUMDes, Gapoktan, Dana Desa yang mendukung pengolahan tanah selaras alam dan kewirausahaan, fasilitasi PERDA (kabupaten dan propinsi) yang mendukung pengolahan tanah selaras alam (khususnya di lahan kering beriklim kering) dan skema pendanaan terkait baik pada tataran kabupaten, propinsi maupun nasional serta fasilitasi crowd funding.

Misi 6: Mengkases pasar yang adil
Strategi-strategi untuk mencapai Misi 6 antara lain, riset pasar, fasilitasi end products untuk mendapatkan sertifikasi terkait (Dinas Kesehatan, POM, MUI, SNI, Fair Trade), fasilitasi promosi dan pemasaran end products di dalam dan di luar negeri.

Misi 7: Berbagi pengetahuan dan praktek baik
Strategi-strategi untuk mencapi Misi 7 antara lain penelitian, pegembangan sistem pencatatan dan monitoring, pengembangan studi kasus dan praktek baik, komunikasi, promosi, adopsi dan scaling-up praktek baik.

Nilai-nilai (Values) Hidupkan Tanah
Hidupkan Tanah, dalam seluruh karya dan pendekatannya menganut dan menghidupi nilai-nilai antara lain sebagai berikut: integritas, keadilan (fairness), inklusi, non-diskriminasi, akuntabilitas, transparansi, keterbukaan, inovasi, keberanian (boldness), semangat persaudaraan (communal spirit), dan pembelajaran (learning).

Mitra Hidupkan Tanah
Dalam upaya untuk mencapai tujuan-tujuannya, Hidupkan Tanah bermitra dengan 1) pemerintah pada berbagai tatarannya (desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, nasional) khususnya dalam bidang pertanian, penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, ketahanan pangan, gizi dan kesehatan, pemberdayaan masyarakat desa, pekerjaan umum, usaha kecil dan menengah; 2) pelaku-pelaku di sektor bisnis dan kewirausahaan yang mendukung kewirausahaan sosial; 3) lembaga-lembaga adat dan lokal yang menjadi gudang kearifan lokal dalam tata kelola perikehidupan masyarakat; 4) lembaga-lembaga lain sejenis yang memiliki keprihatinan dan cita-cita yang sama.

Comments