HIDUPKAN TANAH - STEWARDS OF THE SOIL

Hidupkan Tanah (Stewards of the Soil) adalah suatu gerakan untuk mengolah tanah selaras alam melalui pendekatan olah tanah minimal, penutupan permukaan tanah, rotasi tanaman, dan praktek-praktek baik lainnya dalam bidang agronomi yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas tanah secara alamiah dan pada gilirannya meningkatkan hasil pertanian. Kuncinya adalah tanah menjadi hidup, mikro organisme flora dan fauna (cacing, jamur, lumut) berkeriapan di dalam tanah. Input kimiawi berupa pupuk, pestisida, dan herbisida kimiawi sebisa mungkin dihindari serta praktek membakar sisa tanaman menjadi pantangan. Input kimiawi ini diganti dengan input organik dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia secara lokal yang dapat dengan mudah diakses oleh petani. Cara menghidupkan tanah yang telah diimplemetasikan oleh lembaga PBB yang bergerak di bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan (FAO) di Propinsi NTT dan NTB dikenal sebagai pendekatan Pertanian Konservasi.

Berikut adalah siklus untuk menghidupkan tanah melalui pendekatan Pertanian Konservasi yang diawali dengan persiapan lahan dengan membuat lubang tanam atau alur tanam, aplikasi kompos untuk menambah gizi tanah, penananaman (jagung), penutupan permukaan tanah dengan jerami atau sisa tanaman untuk menghambat pertumbuhan gulma dan menjaga kelembaban tanah, serta penanaman kacang-kacangan leguminosa seminggu setelah jagung tumbuh yang selain berfungsi sebagai penutup tanah memiliki kemampuan fiksasi nitrogen untuk menambah kesuburan tanah. Melalui tahapan-tahapan ini jagung telah terbukti memiliki resiliensi yang lebih tinggi terhadap musim panas yang lebih panjang, tumbuh lebih tinggi dan hijau dalam fase vegetatif dengan rata rata hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara konvensional. Setelah panen, sisa tanaman jagung dibiarkan dalam kebun dan TIDAK DIBAKAR untuk menjadi penutup permukaan tanah dan tambahan bahan organik. Siklus ini kemudian dimulai lagi dari awal dengan persiapan lahan. Alat perebah batang jagung, pembuat alur tanam dan alat tanam telah juga diintrodusir oleh FAO untuk mempercepat proses persiapan lahan dan penanaman.


Apabila siklus seperti ini diulang secara terus menerus tanpa putus minimal 5-6 kali, tanah akan menjadi seperti tanah pada lahan yang baru dibuka. Tanah menjadi hidup: cacing, jamur, lumut berkeriapan di dalam tanah. Ketika tanah menjadi hidup, peningkatan hasil pertanian menjadi akibat logis yang tidak terelakkan karena tanaman memiliki cukup unsur-unsur gizi dari dalam tanah yang memampukan tumbuh kembang tanaman secara optimal dan mencapai hasil optimal. Hidupkan Tanah berikhtiar membumikan pendekatan yang memampukan petani menghidupkan tanah ini melalui pelatihan-pelatihan dan sekolah lapangan.

Kalau tanah menjadi hidup, segala jenis tanamanan, khusunya di daerah-daerah berlahan kering dan beriklim kering yang minim ketersediaan air, dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan mencapai hasil maksimal dengan input air yang terbatas. Pada saat hasil panen meningkat, tantangan berikut yang dihadapi oleh para petani adalah penanganan paska panen (post harvest management) dan akses pada pasar yang adil yang memungkinkan petani sebagai shareholder utama dari hasil produksinya mendapatkan bagian yang layak dari apa yang dihasilkannya. Hidupkan Tanah bekerja bersama-sama dengan petani untuk meningkatkan kapasitas petani di bidang penanganan paska panen dan kewirausahaan supaya mereka dapat berpartisipasi dalam pasar yang adil.


Pada saat ini, Hidupkan Tanah bekerjasama dengan Kelompok Tani Tulen dari Desa Tuakepa, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT yang memiliki home-industry pengolahan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil - VCO) mengakses pasar yang adil melalui promosi dan proses-proses sertifikasi.



Dibutuhkan kemitraan yang erat dengan pemerintah mulai dari desa sampai tataran nasional dan sektor bisnis untuk membantu petani mengolah tanah selaras alam, meningkatkan produksi, mengembangkan kewirausahaan dan mengakses pasar yang adil. Hidupkan Tanah berupaya untuk menghubungkan kelompok-kelompok tani dengan pemerintah khusnya pada tataran daerah dan nasional untuk mendapatkan dukungan teknis dan kebijakan. Juga, link dengan sektor bisnis untuk meningkatkan kapasitas petani dalam bidang produksi, kewirausahaan dan pasar yang dapat memberikan bagian yang layak kepada petani atas hasil produksinya.

Mari bantu petani! Mari hidupkan tanah!

Comments

Post a Comment